;
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Generate link www.4shared.com - supported by www.4server.info
Tampilkan postingan dengan label Index. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Index. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 Agustus 2012

Kalender Ekonomi Realtime

Berikut adalah jadwal berita-berita ekonomi yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar Forex. (Update REALTIME)






This Technical Analysis is Powered by Forexpros - The Leading Financial Portal.

Trading Foreign Currencies

Ada dua medium utama dalam trading currency (mata uang). Pertama adalah Future Market sementara yang kedua adalah Cash/Spot Market yang lebih dikenal sebagai FOREX. Walaupun keduanya mewakili pasar yg sama dan geraknya tidak akan jauh satu sama lain, namun terdapat perbedaan-perbedaan. Salah satunya adalah bahwa future ini diperdagangkan pada exchange/bursa semacam Chicago Mercantile Exchange (CME), Intercontinental Exchange (ICE), Tokyo Financial Exchange (TFX) dan Euronext.

Hal mendasar bagi pemula adalah mengetahui bagaimana dan mengapa harga ini bergerak. Karenanya penting dipahami bahwa harga bergerak tidak lain hanya karena fungsi serta akibat dari Hukum Penawaran dan Permintaan (Supply and Demand), bukan karena hal lain. Harga bergerak hanya dan hanya jika perhitungan sederhana ini menjadi tidak seimbang. Anggap saja perdagangan mata uang ini tidak jauh beda dengan perdagangan di pasar2 tradisional kita, harga bawang, misalnya, akan melonjak naik karena berkurangnya pasokan dari Brebes. Atau karena mendekati hari-hari besar permintaan melonjak, jadi jangan heran kalo ibu-ibu ngomel karena harga ayam naik di pasar2. Hal ini hampir sama saja dengan perdagangan mata uang, hanya beda skala dan medium saja. Karenanya mindset yang paling awal dimiliki oleh seorang trader, adalah mindset pedagang yang berdagang karena adanya permintaan dan penawaran.

Spoiler:
Sebagai contoh coba kita kuantifikasi demand (support) pada chart di atas. Sejak harga berkonsolidasi/sideways, seorang trader dapat berasumsi bahwa supply and demand berada dalam keseimbangan di level harga 1.0300. The truth is tidak pernah terjadi keseimbangan dalam harga yang fixed. Hanya butuh waktu (sedikit atau banyak) ketidakseimbangan akan terjadi. Ketika harga mulai rally dari demand level (di antara garis merah), kita tahu bahwa lebih banyak buyer (pembeli) yang bersedia membayar pada kisaran level tersebut. Karenanya, jika dan ketika harga kembali mengunjungi level ini tentunya kita sebaiknya bersiap ambil posisi buyer. Ketika beli, sesungguhnya kita beli dari orang yang jual setelah terjadi penurunan harga dan pada level kisaran harga dimana demand melebihi supply.

Ini bukan hal mudah! Trading berdasarkan hukum dan prinsip supply and demand akan menguji emosi sampai ke dalam tulang badan anda. Seperti bisa dilihat pada gambar di bawah ini, bahwa harga jatuh/drop kembali pada low risk/high reward dimulai dengan red candle atau berita buruk yang mendorong massa atau banyak orang ikut partisipasi jual. Namun seorang trader yang cerdas/smart mengetahui, bahwa bagaimanapun juga begitu seller terakhir sudah melepas order pada level harga dimana Demand > Supply, maka harga akan kembali bergerak naik.

Spoiler:

Apakah Overbought atau Oversold...?

Market bekerja agar harga sesuai dengan permintaan dan penawaran. Jika harga hampir selalu sama dengan demand, bagaimana mungkin harga dikatakan overbought atau oversold? Mungkin saja harga menjadi mahal, tetapi kata "mahal atau murah" adalah relatif. Sebagai contoh, katakan anda membeli lukisan buatan pelukis tidak terkenal seharga satu juta rupiah. Minggu depan pelukis ini muncul dalam cover majalah seni dan karyanya mulai dikenal umum, sehingga lukisan yang anda miliki sekarang bernilai 5 juta. Sebagian orang menganggap lukisan itu mahal, overbougt, karena nilainya melonjak drastis. Bagaimana jika kemudian seorang kolektor membeli lukisan yang sama dengan harga 10 juta? semua indikator akan mengatakan bahwa harga overbought karena naik tinggi dalam waktu singkat. Fakta sebenarnya adalah supply dan demand berada pada ekuilibrium baru -apapun alasannya-. Dalam pasar yang efisien walau tidak sempurna, tidak ada istilah overbought/oversold tersebut. Harga berada pada satu level karena memang ia harus berada pada level tersebut.

Dari sudut manapun anda melihatnya, market berjalan se efisien mungkin. Jika anda mendapatkan profit, di sisi lain ada yang mengalami kerugian. Jumlah supply dan demand yang terjadi disebut volume, dan ini adalah fakta. Baik harga dan volume adalah absolut dan fakta dari pasar, karena keduanya tidak terdistorsi. Justru indikator yang digunakan dalam analisa teknikal yang umumnya mendistorsi price dan volume. Kebanyakan kita dalam mengamati chart terutama jika menggunakan indikator lebih sering terfokus pada gerak indikator dibanding price action nya sendiri. Padahal sudah sangat jelas bahwa indikator adalah turunan baik dari harga dan volume. Analoginya adalah anda ingin menikah dengan indi dan hidup bahagia dengan miss indi. Langkah yang paling masuk akal adalah anda datang kepada orang tua miss indi untuk melamar anaknya. Anda akan bicara dengan emak (volume) dan bapaknya (price), barulah kalo mereka setuju, bro mendapat restu untuk menikahi si indi. Proses ini jangan dibalik, bakalan tidak direstui, boro-boro dapet berkah...hehehe.

Coba lihat pada chart berikut ini:
 
Spoiler:
Perhatikan bagaimana kedua indikator baik stochastic dan RSI menunjukan signal memasuki area oversold (garis vertikal merah). Jika saja fokus pengamatan terpusat pada indikator, anda akan kehilangan momentum. Dan ini akan berdampak pada keraguan anda mengambil keputusan. Lihat saja pada titik dengan vertikal biru, anda akan makin bingung, harga sudah disebut "oversold", tapi terus turun. Jika sequence pengambilan keputusan didominasi indikator, saya yakin keputusan yang diambil akan banyak mengalami distorsi. Seorang pedagang akan mengedepankan akal sehatnya, saat ia melihat bahwa mulai terjadi pergeseran supply dan demand (pada chart breakdown dari dua garis datar) yang menyebabkan harga keluar dari kisaran sebelumnya. Jika pedagang HP nexian melihat harga mulai turun dari kisaran normal, ia tidak perlu larak-lirik ke segala penjuru, dan coba jual mahal. Sudah pasti ia akan menurunkan harga, apalagi stock banyak, mengikuti harga baru yang terbentuk daripada barang tidak laku. 

Spoiler:
Nah jika anda ingin menggunakan indikator, sebaiknya tempatkan indikator tersebut pada porsi yang sebenarnya. Yakni indikator menyesuaikan diri kepada harga, bukan sebaliknya. Perhatikan saat harga kembali turun dari upmoves sebelumnya yang dimulai dari garis vertikal merah, dan memasuki area S/D sebelumnya (vertikal biru), anda baru diijinkan (direstui) untuk melihat miss indi. Dan jika miss indi ternyata setuju (dalam hal ini overrsold), maka besar peluang anda untuk mendapatkan profit dengan melakukan pullback entry. Silahkan dikawini dan semoga menjadi keluarga yang bahagia (profitable).........Semoga bisa membantu.

By Satanic Corporate